Welcome to CATa, We Provides Services, Fabrication and Constructions. Official Website of PT. Cahaya Anugrah Tama
home about us our activity invstor relations job opportunities site map contact us
leftmenu
company profile
business experience
The Project List
gallery
business unit
CATa News
Links
webmail
News Picture header
ROVs: Robot Cerdas Bawah Laut
January 13, 2010
Terdapat beberapa jenis pekerjaan yang sangat berbahaya dan kecil kemungkinannya dilakukan manusia. Jenis pekerjaan offshore di bawah kedalaman air laut, misalnya, yang membutuhkan tingkat keamanan, keselamatan, kejelian, dan akurasi yang tinggi. Seorang penyelam yang andal sekalipun punya keterbatasan saat melakukan pekerjaan servis bawah laut. Sebut saja inspeksi dan pemeriksaan anjungan, pemeriksaan visual, monitoring efek dan korosi, perbaikan kesalahan konstruksi, pencarian lokasi keretakan, atau perkiraan biologis untuk pencemaran. Masih banyak pekerjaan bawah laut yang memerlukan bantuan sebuah perangkat yang mampu memenuhi kebutuhan survei sebelum pengeboran dan konstruksi, pemasangan pipa, kabel, hingga pemindahan benda-benda berbahaya di dasar laut. Dalam dunia perminyakan, terutama offshore, Remotely Operated Vehicles (ROVs) sudah lama dikenal dan dimanfaatkan untuk beberapa kebutuhan pekerjaan tersebut. Lalu, apa itu ROVs, robot pintar yang kini menjadi salah satu andalan perlengkapan Inti Segara Services, salah satu anak perusahaan CATa Group?

Bekerja di area yang berbahaya
ROVs adalah robot bawah laut yang dikendalikan operator ROVs saat bekerja di area yang berbahaya. Dilengkapi dengan perlengkapan dan sensor-sensor tertentu semisal kamera video, transponder, kompas, odometer, atau data kedalaman, ROVs terdiri dari vehicle yang tersambung oleh kabel umbilical ke ruangan kontrol dan operator di atas permukaan air (bisa ditempatkan di kapal, rig, atau barge). Selain itu, juga terhubung oleh sistem kendali, sistem peluncuran, sistem suplai tenaga listrik, ataupun hidrolik. Melalui perangkat penghubung tersebut, perintah-perintah atau sinyal-sinyal kontrol dilakukan dari ruang kontrol ke ROVs.  
Hingga kini, belum ada data pasti kapan pertama kali ROVs diciptakan. Namun, cikal-bakal teknologi ROVs sudah dibuat oleh Luppis-Whitehead Automobile pada 1864 saat membikin Programmed Underwater Vehicle (PUV). Konon, sebutan ROVs sendiri diperkenalkan oleh Dimitri Rebikoff pada 1953. Saat itu, ilmuwan asal Prancis tersebut membuat model ROVs dengan nama POODLE. Teknologi ROVs mulai dikembangkan pada 1960-an oleh Angkatan Laut Amerika Serikat. Saat itu, kemampuan ROVs banyak digunakan untuk kegiatan militer di bawah laut seperti menyelidiki ranjau bawah laut. Pencarian bom atom yang hilang pada kecelakaan pesawat di Spanyol pada 1966 juga telah memanfaatkan kecerdikan dan kelihaian ROVs ini. Pada perkembangannya, dekade 80-an ROVs mulai diandalkan untuk pengerjaan pengeboran migas di laut lepas. Beberapa ROVs yang tercatat pertama kali dilibatkan dalam proyek offshore di antaranya RCV-225 dan RCV-150, produksi HydroProducts asal Amerika Serikat. Dalam sejarahnya, ROVs juga tercatat ikut membantu penanganan kapal-kapal legendaris yang mengalami musibah seperti RMS Titanic, Bismarck, USS Yorktown, dan SS Central America.

Dari kedalaman 300 hingga 7.000-an meter
ROVs sendiri terbagi dalam beberapa tipe, tergantung pada ukuran, berat, kemampuan, dan fungsi kerja. Di antaranya Micro, Mini, General, Light  Workclass, Heavy Workclass, dan Trenching/Burial. Sebut saja Small Electric Vehicle untuk jenis pekerjaan di kedalaman kurang dari 300 meter, lalu tipe Work Class Vehicle yang dioperasikan dengan listrik dan hidrolik. Nah, jenis ROVs seperti inilah yang banyak digunakan di offshore. Cara kerja ROVs pun berbeda-beda. Bila sistem ROVs ditempatkan di atas kapal, posisi ROVs di bawah laut mengacu pada titik referensi di kapal. Sementara, bila digunakan untuk survei, biasanya diterapkan Differential Global Positioning System (DGPS).
Untuk posisi di bawah laut, sistem ROVs dilengkapi dengan alat penentuan posisi bawah laut, memanfaatkan gelombang suara. Salah satunya dikenal dengan nama Ultra Short BaseLine (USBL), yang mengukur jarak, kedalaman, dan azimut ROVs terhadap transduser USBL yang dipasang di kapal. Pada sistem koordinat tertentu, posisi ROVs dan data navigasi lainnya bakal didapat melalui perangkat lunak navigasi tertentu, yang kemudian dikirimkan secara real time ke ruang kontrol ROVs. Dengan begitu, selain mengandalkan teknologi mutakhir, pemanfaatan ROVs juga mesti didukung oleh sumber daya manusia yang profesional di bidangnya.
Mengingat besarnya manfaat robot pintar ini, tidak mengherankan bila ROVs kini banyak digunakan untuk keperluan pekerjaan yang berhubungan dengan dunia bawah laut. Satu tahun setelah badai tsunami di Aceh berlalu, misalnya, tepatnya Mei 2005, sebuah proyek bernama Sumatra Earthquake and Tsunami Offshore Survey (SEATOS 2005) melakukan investigasi tentang perubahan yang terjadi di dasar lautan India menggunakan ROV Magellan 825, yang beroperasi hingga kedalaman 7.500 meter. Lalu, para peneliti dari Jepang dan Indonesia juga pernah berlayar menggunakan kapal R/V Natsushima untuk mendeteksi penyebab terjadinya bencana tsunami 26 Desember 2004 itu dengan sebuah robot ROVs. ROVs juga lazim dipakai untuk membantu penelitian di bidang kelautan. Di bidang telekomunikasi, ROVs pun sering dimanfaatkan untuk membantu pemasangan kabel telekomunikasi bawah laut. (Diolah dari berbagai sumber, foto: dokumen Inti Segara Services)



more news

Pentingnya Standar HSE
May 18, 2010
Sebagai bagian dari bisnis minyak dan gas (migas), CATa sebagai perusahaan yang berkiprah di bidang konstruksi, fabrikasi, dan servis juga tak luput memperhatikan keselamatan dan kesehatan para pekerjanya. Untuk itu, manajemen CATa tetap memperhatikan standar kesehatan, keselamatan, dan lingkungan kerja atau yang lebih dikenal Health, Safety, and Environment (HSE). Standar kesehatan, keselamatan,
[read archive]

Maan Peringkat Empat RP Invitational
April 6, 2010
Maan Nasim, pegolf veteran nasional yang kiprahnya turut didukung PT Cahaya Anugrah Tama (CATa), harus puas berada di posisi 4 pada kejuaraan RP Invitational 2010. Maan gagal mempertahankan gelar juara yang disandangnya tahun lalu. Bertempat di Riverside Golf Club, RP Invitational yang kali ini menyediakan total hadiah Rp 500 juta menelurkan juara baru, Andik Mauludin, pada babak final yang digela
[read archive]

Selamat Natal dan Tahun Baru 2010
December 31, 2009
Segenap Direksi dan staff karyawan PT Cahaya Anugrah Tama (CATa) mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2010. Semoga damai dan sejahtera menyertai kita semua. Amin.
[read archive]
Welcome to CATa, We Provides Services, Fabrication and Constructions. Official Website of PT. Cahaya Anugrah Tama
Footer