Welcome to CATa, We Provides Services, Fabrication and Constructions. Official Website of PT. Cahaya Anugrah Tama
home about us our activity invstor relations job opportunities site map contact us
leftmenu
company profile
business experience
The Project List
gallery
business unit
CATa News
Links
webmail
News Picture header
Hedge Funds Penyebab Utama Harga Minyak Terjerembap?
January 23, 2009
Hanya perlu waktu 5 bulan untuk menyulap harga minyak mentah dunia terjerembap dari US$ 150 per barrel menukik di bawah level US$ 40 per barrel sejak pertengahan tahun lalu. Sementara, konsumsi minyak bahkan tidak berkurang dari 10 persen. Jadi, apa yang bisa Anda katakan dari penyebab kenyataan tersebut?
Salah satu jawabannya adalah hedge funds. Apa itu hedge funds? Istilah ini sering dikonotasikan negatif, terutama oleh kalangan media massa ketika puncak krisis keuangan terjadi pada 1997. Banyak kalangan menyalahkan hedge funds sebagai salah satu penyebab terpuruknya rupiah dan beberapa mata uang regional lainnya. Hedge funds merupakan dana yang dikumpulkan dari berbagai nasabah yang biasanya berasal dari kalangan atas, lalu dikelola secara privat oleh fund manager. Jadi, hedge funds tidak dibatasi oleh aturan-aturan investasi layaknya suatu reksadana.
Pada awal 2008, perekonomian Barat lambat laun mulai menurun. Secara perlahan hedge funds merespon dengan menarik triliunan dolar dari pasar dan menempatkannya di Exchange Traded Fund (ETF), sebuah upaya pendanaan yang secara sederhana dapat diartikan sebagai reksadana yang diperdagangkan di bursa efek. Pada saat bersamaan, permintaan energi (migas) dari China dan India sangat besar, menjadikan migas sebagai aset investasi yang berharga dan menjanjikan. Harga minyak mentah pun sempat menduduki level tertinggi sepanjang sejarah, mendekati US$ 150 per barrel. Keuntungan pun berlipat ganda sewaktu harga minyak melonjak tak terarah.
Namun, saat krisis perbankan mengemuka, yang merupakan awal krisis global, permintaan minyak pun merosot tajam. Hedge funds global menghadapi tekanan akibat aksi jual masif terburuk dalam 50 tahun, menyusul gelombang penarikan dana (redemption) oleh para investor. Para pengelola hedge fund mesti membayar dana-dana investor yang menarik kembali dana mereka dan melunasi kewajiban kepada para kreditor. September 2008, misalnya, para investor menarik dana mereka dari hedge funds sebesar US$ 43 miliar, merupakan rekor redemption bulanan tertinggi. Melihat kondisi itu, OPEC memutuskan memangkas produksi 1,5 juta barrel per hari mulai 1 November. Tapi, upaya itu tidak digubris pasar. Harga minyak tetap melorot turun lantaran secara psikologis pasar lebih terpengaruh oleh memburuknya pasar secara global. Kabarnya, luluh lantaknya pasar finansial global membuat lebih dari US$ 10 triliun (Rp 100 ribu triliun) lenyap di pasar saham hanya dalam waktu sebulan!
Menjelang Desember 2008, harga minyak anjlok drastis hingga 75 persen. Bahkan harga migas lebih rendah dari produksinya dan banyak eksplorasi baru dibatalkan. Sampai akhirnya pada 18 Desember 2008 harga emas hitam melorot di bawah US$ 40 per barrel untuk pertama kalinya sejak musim panas 2004. Sekali lagi pengumuman OPEC telah melakukan rekor pemangkasan produksinya sebesar 3,3 juta barrel per hari (bph) tak mengubah ambruknya harga minyak mentah dunia. Banyak analis yakin harga emas hitam akan terus menukik tahun ini, seiring dengan resesi yang dialami negara-negara industri konsumen minyak terkemuka seperti AS, Jerman, dan Jepang. Belum lagi menurunnya pertumbuhan secara tajam di China dan India, yang belakangan menjadi negara-negara baru pengkonsumsi migas terbesar di dunia. (Diolah dari berbagai sumber. Foto: www.oil-price.net)



more news

Turnamen Golf 30 Tahun ITB ’79: Ir. Purbo Waskito Juara
February 11, 2009
Bertempat di Padang Golf Sentul Highlands, pada Minggu, 8 Februari lalu, berlangsung Turnamen Golf 30 Tahun ITB 79. Meski sempat harap-harap cemas karena hujan terus mengguyur Jakarta dan sekitarnya, kejuaraan golf tahunan yang sebagian pesertanya para lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1979 ini berlangsung sukses. Memang, hujan sempat 2 kali mengguyur wilayah Sentul. Meski begitu, sek
[read archive]

Proyek Berjalan CATa Elnusa
January 28, 2009
Saat ini, CATa Elnusa atau dikenal sebagai CAT Merah sedang mengerjakan beberapa proyek yang sedang berlangsung. Di antaranya proyek berkode STC-0385. Bertempat di offshore BP West Java, tim CATa dipercayakan untuk jenis pekerjaan Construction, Fabrication/Installation, and Maintenance Services. Di samping STC-0385, CAT Merah juga dipercaya BP untuk jenis pengerjaan yang sama di BP West Java. Berk
[read archive]

CAT Merah Pemeran Utama Video Sosialisasi Kartu AMAN
January 12, 2009
Seperti diketahui, selama ini di semua area kerja BP Indonesia diberlakukan kartu Safety Training Observation Program (STOP). Kartu STOP ini merupakan salah satu alat ukur dari kepedulian, pemahaman serta penerapan semua aspek keselamatan (safety aspect) di lingkungan kerja BP Indonesia. Menurut Departemen HSE BP Indonesia, dalam waktu yang tak lama lagi kartu STOP akan diganti dengan kartu Asses
[read archive]
Welcome to CATa, We Provides Services, Fabrication and Constructions. Official Website of PT. Cahaya Anugrah Tama
Footer