Welcome to CATa, We Provides Services, Fabrication and Constructions. Official Website of PT. Cahaya Anugrah Tama
home about us our activity invstor relations job opportunities site map contact us
leftmenu
company profile
business experience
The Project List
gallery
business unit
CATa News
Links
webmail
News Picture header
Gulf of Mexico, Surga-Neraka Emas Hitam
September 11, 2008

Dalam beberapa minggu belakangan ini, kawasan Gulf of Mexico atau Teluk Meksiko menjadi salah satu obyek terhangat yang menjadi sajian utama berita migas baik di media cetak maupun elektronik. Maklum, kawasan yang menjadi salah satu pusat pengeboran beberapa perusahaan migas minyak kelas kakap itu masuk dalam wilayah yang sering dilanda ancaman badai atau topan kategori wahid: topan kelas 3 dan 4. Terakhir, topan Gustav dan Ike sempat mengganggu dan mengancam produksi minyak di kawasan tersebut sebelum topan Ivan atau Katrina memporak-porandakan teluk ini sekitar 2-3 tahun lalu. Ada apa sebenarnya di kawasan ini?


Golf of Mexico, atau dalam bahasa Spanyol disebut Golfvo de Mexico, merupakan ”body of water” terbesar kesembilan di dunia. Menjadi bagian dari Samudra Atlantik, Teluk Meksiko terletak sangat strategis di samping benua Amerika Utara dan Kepulauan Kuba. Di sebelah timur laut, utara, dan barat laut dibatasi oleh Pantai Teluk Amerika Serikat. Sementara di sebelah barat daya dan selatan oleh Meksiko dan sebelah tenggara oleh Kuba.

New Orleans dan Houston merupakan kota pelabuhan utama di teluk ini. Di Amerika Serikat, negara bagian yang melintasi teluk ini adalah Florida, Alabama, Mississippi, Louisiana, dan Texas. Adapun di Meksiko, negara bagian yang melintasi teluk ini adalah Tamaulipas, Veracruz, Tabasco, Campeche, Yucatán, dan Quintana Roo.
Teluk berbentuk oval sepanjang 810 mil laut (sekitar 1.500 km) ini diperkirakan memiliki luas 615.000 mi2 (1,6 juta km2). Hampir separo bagiannya merupakan perairan dangkal dan yang terdalam (4.384 m) dikenal sebagai Sigsbee Deep, sebuah palung tidak beraturan dengan panjang sekitar 550 km. Konon, bagian ini telah terbentuk sekitar 300 juta tahun yang lalu akibat dasar laut yang tenggelam akibat hantaman meteor raksasa.  

Lokasi yang strategis, ditambah berbagai kekayaan laut dan sumber daya alam lainnya, tak mengherankan bila wilayah ini menjadi salah satu urat nadi negara-negara sekitarnya. Wilayah ini juga terkenal dengan sumber migasnya. Beberapa raksasa migas melakukan eksplorasi di wilayah ini. Sebut saja ConocoPhillips, Royal Dutch Shell Plc, Chevron, dan BP Plc.

Data pada 2006 menyebutkan, 470 juta barrel minyak dan (2,9) x 109 Thousand Cubic Feet gas alam dikeduk dari Teluk Meksiko. Pada 2005, lebih dari 466 juta barrel minyak dan (3,19) x 109 Thousand Cubic Feet gas alam digelontorkan dari kawasan ini. Hal itu menunjukkan pertambahan sebanyak hampir 4 juta barrel minyak dan (.2) x 109 Thousand Cubic Feet gas alam dalam jangka satu tahun! Pada 2006, sebuah mega-proyek pun dicanangkan oleh Chevron atas penemuan cadangan migas terbesar di dunia yang terdapat di kawasan ini. Eksplorasi yang dijuluki “Jack Field 2” tersebut konon merupakan pengeboran bawah laut terdalam di dunia (total 28 ribu kaki) dengan dugaan cadangan minyak dan gas sebesar 15 miliar barrel. Menurut Minerals Management Service (MMS), operasional offshore di teluk ini memproduksi seperempat kebutuhan gas alam domestik AS dan seperdelapan minyak AS. Tak kurang dari 55 ribu pekerja AS berada di Teluk. Itu baru AS.

Namun, di balik ”surga” kekayaan sumber migasnya, kawasan ini sewaktu-waktu juga bisa berubah menjadi ”neraka” ketika topan-topan kelas wahid mampir. Katrina, Ivan, Ike, Gustav, dan mungkin masih banyak lagi nama ”keluarga” topan, begitu akrab menyambangi dan meluluhlantakkan wilayah ini. Sebagai gambaran, ribuan nyawa melayang akibat ”goyangan” Katrina pada 2006 dan ratusan orang tewas karena topan Ivan pada 2004. (Diolah dari berbagai sumber. Foto: istimewa)




more news

Pembangkit Listrik Tenaga Kotoran Ayam!
September 18, 2008
Di Indonesia, menyebut kotoran ayam, yang ada di benak adalah bau yang menyengat dan tak sedap. Kotoran ayam lebih banyak dibuang sebagai limbah kotor, atau paling-paling dimanfaatkan untuk pupuk kandang atau makanan ikan seperti lele. Lain lubuk lain ikannya. Lain di Indonesia, beda pula di Belanda. Kalau kotoran ayam di Tanah Air masuk kategori limbah, Belanda berhasil menyulap kotoran ayam menj
[read archive]

Tsunami Finansial dan Badai Ike Rontokkan Harga Minyak
September 16, 2008
Hari ini, headline ekonomi bisnis (ekbis) berbagai media cetak, online, ataupun digital diramaikan oleh berita tsunami. Bukan tsunami seperti yang pernah terjadi di Aceh pada 6 Februari 2004, tapi tsunami finansial dunia yang bisa jadi terburuk sejak peristiwa Great Depression. Pernyataan bangkrut bank investasi terbesar keempat di Amerika Serikat (AS) Lehman Brothers di Pengadilan Kepailitan Manh
[read archive]

Produksi Migas 2009 Bakal Menurun?
September 8, 2008
Seperti kami kutip dari detikfinance hari ini, Dirjen Migas Evita Legowo mengatakan penurunan produksi minyak tahun depan tak bisa terhindarkan. Salah satu penyebabnya, menurut Evita, antara lain tidak adanya lapangan minyak baru dan beberapa sumur yang mulai mengering. Pernyataan Evita terlontar usai mengadakan rapat dengan panitia anggaran DPR di Senayan yang turut dihadiri oleh 5 kontraktor min
[read archive]
Welcome to CATa, We Provides Services, Fabrication and Constructions. Official Website of PT. Cahaya Anugrah Tama
Footer