Welcome to CATa, We Provides Services, Fabrication and Constructions. Official Website of PT. Cahaya Anugrah Tama
home about us our activity invstor relations job opportunities site map contact us
leftmenu
company profile
business experience
The Project List
gallery
business unit
CATa News
Links
webmail
News Picture header
Melesat Kembali ke US$ 122 Per Barrel
August 22, 2008

Setelah sempat ”adem ayem” di bawah US$ 115 per barrel, harga minyak mentah dunia kembali menyeruak ke level baru. Hubungan AS-Rusia yang memanas, terpuruknya dolar AS, dan merosotnya cadangan bahan bakar minyak (BBM) AS membuat harga emas hitam bergerak liar di US$ 122 per barrel.


Pada perdagangan hari Kamis (21/8/08), kontrak utama untuk minyak jenis light pengiriman bulan Oktober sempat melonjak hingga 6 dolar menjadi US$ 122,04 per barrel, meski akhirnya ditutup di angka US$ 121,18 per barrel. Sementara itu, untuk harga minyak jenis brent pengiriman bulan yang sama juga sempat melonjak di US$ 120,93 per barrel sebelum ditutup di US$ 120,16 per barrel.

”Harga terus melejit lantaran tensi geopolitik baru antara AS dan Rusia (soal Georgia) yang kembali memanas,” ujar analis dari Barclays Capital seperti dikutip dari AFP, Jumat (22/8/08) ini. Sementara, Andrey Kryuchenkov, analis dari  Sucdem, menambahkan, “Kontrak minyak mentah kembali naik menyusul penurunan yang terjadi kemarin akibat melemahnya dolar dan kekhawatiran masalah geopolitik.” Kondisi itu diperparah dengan sentimen negatif lainnya seperti data dari Energy Information Administration (EIA) yang melaporkan cadangan bensin Negeri Uncle Sam merosot hingga 6,2 juta barrel pada pekan lalu, meleset dari ekspektasi pasar sebesar 2,4 juta barrel.

Untuk Indonesia, pasng-surut harga minyak mentah tersebut tentu saja cukup membuat pening Pemerintah dalam menyusun RAPBN 2009. Beberapa hari lalu, Pemerintah mengasumsikan harga minyak sebesar US$ 100 per barrel dalam RAPBN 2009. Untuk mengantisipasi melonjaknya harga minyak dunia di atas asumsi tersebut, pemerintah juga sudah menyediakan dana cadangan risiko fiskal sebesar Rp 6 triliun. Namun, beberapa pengamat menilai asumsi itu terlalu “pede” dan berisiko. Sebab, tidak ada jaminan harga minyak akan terus melorot. Buktinya, ya sekarang ini…(Diolah dari berbagai sumber. Foto: istimewa)




more news

CATa Group Perkuat Armadanya dengan ROV
August 26, 2008
Bisnis servis bawah laut atau bawah air terus berkembang, dan masih banyak membutuhkan pemain-pemain baru. Untuk itu, dari awal PT Inti Segara Servis (ISS), salah satu unit bisnis yang dimiliki CATa Group, difokuskan untuk melayani pekerjaan di sektor ini. Seiring dengan berbagai kebutuhan pekerjaan yang dilaksanakan oleh ISS, perusahaan terus menambah armada peralatannya. Setelah Kapal Perdanaku
[read archive]

Masih Naik-Turun
August 25, 2008
Sempat adem ayem di bawah US$ 114 per barrel, lalu menyeruak ke level baru di kisaran US$ 122 per barrel pada perdagangan Kamis (21/8/08), harga minyak mentah dunia kembali melorot di bawah US$ 114 per barrel pada perdagangan Jumat (22/8/08) lalu. Dengan begitu, harga emas hitam menukik sekitar US$ 6,59 atau 5,4 persen dalam sehari, rekor penurunan terbesar sejak 27 Desember 2004. Pada perdagangan
[read archive]

Dua Pegolf CATa Ikuti Pertamina Indonesia President Invitational
August 21, 2008
Agusnam dan Maan Nasim, dua pegolf pro nasional di bawah bendera CATa, dipastikan masuk di antara 20 pegolf pro Indonesia yang bakal berlaga di ajang Pertamina Indonesia President Invitational (PIPI) 2008. PIPI yang akan berlangsung di Pantai Indah Kapuk, 28 hingga 31 Agustus, merupakan turnamen kedua setelah Enjoy Jakarta Astro Indonesia Open 2008 yang masuk dalam rangkaian Asian Tour-European To
[read archive]
Welcome to CATa, We Provides Services, Fabrication and Constructions. Official Website of PT. Cahaya Anugrah Tama
Footer