Welcome to CATa, We Provides Services, Fabrication and Constructions. Official Website of PT. Cahaya Anugrah Tama
home about us our activity invstor relations job opportunities site map contact us
leftmenu
company profile
business experience
The Project List
gallery
business unit
CATa News
Links
webmail
News Picture header
Smart Pipeline
August 12, 2008

Dari masa ke masa, dunia eksplorasi minyak dan gas (migas) terus berkembang pesat. Semakin terbatasnya sumber cadangan migas menuntut industri ini berpikir keras untuk mencari sumur-sumur baru, selain menciptakan berbagai energi alternatif. Banyak yang berpendapat era emas hitam sudah berakhir. Tapi, banyak pula yang bilang sumber migas di Bumi, terutama dasar lautan, masih berlimpah. Salah satu tantangan yang justru dihadapi adalah bagaimana membuat berbagai jenis peralatan yang mampu mengeksplorasi migas untuk sumber-sumber baru yang selama ini sulit dijangkau. Sebut saja di dasar lautan dengan kedalaman lebih dari 2.000 meter. Tantangan besar sedang dihadapi bisnis eksplorasi migas, dan semakin sulit melakukan pekerjaan dengan teknologi konvensional.

Sebut saja konstruksi pipa (pipeline). Kini banyak dibutuhkan pipeline yang bisa menahan tekanan tinggi, kebocoran, dan korosi eksternal untuk menyedot dan menyalurkan hasil migas. ”Industri migas dihadapkan pada kenyataan pencarian ladang-ladang baru di kedalaman laut, membedah hasil migas hingga kedalaman 3.000 meter,” ujar Sergio Kapusta, Kepala Sains-Material di Shell International BV, seperti kami kutip dari situs offshore-technology. Menurut Kapusta, saat ini perusahaan migas harus inovatif dan fokus pada penciptaan bahan baru yang tahan korosi gas seperti sulfida hidrogen (H2S) dan mampu menahan suhu serta tekanan yang lebih tinggi.

”Berbagai jenis material sudah diketahui di masing-masing era. Kini kita ada di zaman Composite Age atau Nano Age. Berbagai tantangan terus dihadapi industri  migas. Kami dituntut mengatasi alam yang sulit dan selalu berupaya menemukan material yang benar untuk menaklukkan alam itu,” ujar Kapusta lagi. Kapusta menambahkan, hingga era 90-an, rasio kedalaman eksplorasi berkisar antara 200 meter dan paling dalam 1.000 meter. Kini, industri ini melihat tantangan ultra-kedalaman hingga 3.000 meter. “Nah, dibutuhkan pipa-pipa dengan desain dan spesifikasi baru untuk menjejak kedalaman hingga 3.000 meter, yang tidak mungkin diakomodasi pipa-pipa untuk kedalaman 1.000 meteran,” ucap Kapusta lagi. 

Kapusta mencontohkan apa yang kini sedang digodok perusahaannya. Mereka kini sedang menciptakan pipa ”cerdas” (Smart Pipeline) hasil perpaduan teknologi tingkat tinggi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan. “Kami mencari bahan komposit baru yang menghasilkan pipa hi-tech yang lebih tipis tapi kuat dan mempunyai kemampuan menahan korosi, kebocoran, serta tekanan tinggi. Dengan memanfaatkan Nanotechnology, kami juga bisa memonitor melalui satelit tentang kondisi pipa untuk mendeteksi berbagai kemungkinan terburuk yang mungkin saja terjadi,” ujar Kapusta. "Smart Pipeline merupakan bagian dari program Smart Fields yang kami lakukan. Dalam beberapa kasus, pipeline merupakan aset yang paling mahal dari sebuah operasi produksi. Jadi, Smart Pipeline ini mempunyai dampak yang luar biasa dari sisi efisiensi, monitoring, dan kontrol.” (Sumber: offshore-technology. Foto: istimewa)




more news

Kilang-Kilang Minyak Terbesar di Dunia
August 19, 2008
Istilah kilang minyak (oil refinery) mungkin sudah jamak diketahui orang. Kilang minyak merupakan semacam pabrik atau fasilitas industri yang mengolah minyak mentah menjadi produk petroleum yang bisa langsung digunakan ataupun produk lain yang menjadi bahan baku industri petrokimia. Produk-produk utama yang dihasilkan antara lain minyak bensin (gasoline), diesel, dan minyak tanah (kerosin). Fasili
[read archive]

Tahukah Anda: Jumlah Kilang di AS Terus Menyusut
August 15, 2008
Menipisnya cadangan minyak dunia dan tingginya harga berimbas pada segala lini, tak terkecuali nasib beberapa kilang minyak (oil refinery) di berbagai belahan dunia. Pengurangan jumlah kilang terutama dilakukan oleh negara-negara yang permintaan minyaknya cenderung menurun atau mereka yang mengalami penurunan produksi. Taruhlah di negara pemakai energi terbesar di dunia, Amerika Serikat (AS), sala
[read archive]

One Geology: Berbagi Data Peta Geologi Dunia
August 8, 2008
Akhirnya para ilmuwan geologi berhasil menguak selubung bumi bersama-sama dengan melansir pembuatan peta (map) digital geologi pertama di dunia: One Geology. Peta ini menjadi bagian dari proyek para pakar geologi bekerja sama dengan International Year of Planet Earth serta Google Earth dan sudah digodok sejak tahun lalu, yang awalnya melibatkan pakar geologi dari 43 negara dan kini sudah membengka
[read archive]
Welcome to CATa, We Provides Services, Fabrication and Constructions. Official Website of PT. Cahaya Anugrah Tama
Footer