Welcome to CATa, We Provides Services, Fabrication and Constructions. Official Website of PT. Cahaya Anugrah Tama
home about us our activity invstor relations job opportunities site map contact us
leftmenu
company profile
business experience
The Project List
gallery
business unit
CATa News
Links
webmail
News Picture header
Harga Minyak Masih di Persimpangan Jalan
August 8, 2008

Setelah sempat menukik di bawah US$ 120 per barrel dalam beberapa hari ini, harga minyak dunia kembali berbalik arah (rebound) menuju US$ 120 per barrel pada perdagangan Kamis (7/8/08) waktu setempat atau Jumat (8/8/08) pagi ini. Hari unik (8-8-08) yang jatuh pada hari ini sedikit terusik oleh kekhawatiran harga emas hitam bakal melonjak lagi.


Dengan kondisi tersebut, beberapa faktor selain turunnya permintaan energi dari AS sebagai konsumen minyak terbesar tetap mempengaruhi gejolak harga di pasaran.
Pasalnya, seperti dilansir AFP pagi ini, harga minyak kembali tidak stabil dan rebound menuju US$ 120 per barrel setelah berita saluran pipa di kawasan Asia Tengah mengalami gangguan. Baku-Tbilisi-Ceyhan (BTC), saluran pipa yang membawa minyak mentah dari ladang minyak di Laut Kaspia ke Pelabuhan Mediterania, Ceyhan, Turki, di mana kapal-kapal tanker mengangkut minyak mentah ke pasar-pasar Barat, dikabarkan masih akan tutup sekitar 15 hari menyusul sebuah ledakan baru-baru ini.

Kontrak utama New York untuk jenis minyak mentah ”light sweet” pengiriman bulan September langsung melompat US$ 1,29 menjadi US$ 119,87 per barrel. Sementara, untuk minyak mentah jenis Brent North Sea pengiriman bulan yang sama melonjak US$ 1,03 menjadi US$ 118,03 per barrel. “Secara keseluruhan, pasar masih berada di sebuah persimpangan jalan. Para pelaku pasar masih khawatir terhadap berlanjutnya pelambatan permintaan energi dan potensi gangguan pasokan lebih lanjut,” kata analis dari Sucden, Andrey Kryuchenkov. Keadaan itu juga menyiratkan harga minyak mentah begitu rentan dengan berbagai faktor yang menghambat laju suplai persediaan dan permintaan, entah itu karena masalah geopolitik ataupun keterlambatan pasokan lantaran kerusakan teknis peralatan di lapangan. Belum lagi ulah para spekulan yang bisa memainkan harga di pasaran. Duh… (Diolah dari berbagai sumber. Foto: istimewa)




more news

Smart Pipeline
August 12, 2008
Dari masa ke masa, dunia eksplorasi minyak dan gas (migas) terus berkembang pesat. Semakin terbatasnya sumber cadangan migas menuntut industri ini berpikir keras untuk mencari sumur-sumur baru, selain menciptakan berbagai energi alternatif. Banyak yang berpendapat era emas hitam sudah berakhir. Tapi, banyak pula yang bilang sumber migas di Bumi, terutama dasar lautan, masih berlimpah. Salah satu t
[read archive]

One Geology: Berbagi Data Peta Geologi Dunia
August 8, 2008
Akhirnya para ilmuwan geologi berhasil menguak selubung bumi bersama-sama dengan melansir pembuatan peta (map) digital geologi pertama di dunia: One Geology. Peta ini menjadi bagian dari proyek para pakar geologi bekerja sama dengan International Year of Planet Earth serta Google Earth dan sudah digodok sejak tahun lalu, yang awalnya melibatkan pakar geologi dari 43 negara dan kini sudah membengka
[read archive]

Terus Melorot Hingga di Bawah US$ 120 Per Barrel
August 6, 2008
Salah satu hal yang menyedot perhatian dunia dalam beberapa hari ini tentu saja trend melorotnya harga minyak mentah dunia. Pada perdagangan di kontrak utama New York pada Senin (4/8/08) lalu, harga minyak mentah dunia terus turun hingga di bawah level US$ 120 per barrel, level terendah dalam 3 bulan terakhir. Tak lama berselang, sehari setelah itu harga emas hitam terus merosot sebesar US$ 2,24 k
[read archive]
Welcome to CATa, We Provides Services, Fabrication and Constructions. Official Website of PT. Cahaya Anugrah Tama
Footer