Welcome to CATa, We Provides Services, Fabrication and Constructions. Official Website of PT. Cahaya Anugrah Tama
home about us our activity invstor relations job opportunities site map contact us
leftmenu
company profile
business experience
The Project List
gallery
business unit
CATa News
Links
webmail
News Picture header
Terus Melorot Hingga di Bawah US$ 120 Per Barrel
August 6, 2008

Salah satu hal yang menyedot perhatian dunia dalam beberapa hari ini tentu saja trend melorotnya harga minyak mentah dunia. Pada perdagangan di kontrak utama New York pada Senin (4/8/08) lalu, harga minyak mentah dunia terus turun hingga di bawah level US$ 120 per barrel, level terendah dalam 3 bulan terakhir. Tak lama berselang, sehari setelah itu harga emas hitam terus merosot sebesar US$ 2,24 ke level US$ 119,17 per barrel untuk jenis minyak light. 


Dibanding 11 Juli lalu, ketika harga minyak sempat menyentuh rekor US$ 147 per barrel, nilai kontrak tersebut merosot tajam sekitar 20 persen. Pelemahan harga juga terjadi pada minyak jenis Brent North Sea pengiriman bulan September di bursa London, Inggris, yang menukik hingga US$ 2,98 ke level US$ 117,70 per barrel. Senin lalu, kontrak tersebut juga merosot untuk pertama kalinya hingga US$ 119 per barrel setelah Departemen Perdagangan AS mengeluarkan data yang menunjukkan lemahnya belanja konsumen AS. Hal itu diperkuat dengan sikap Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga jangka pendeknya sebesar 2 persen, yang menunjukkan lesunya pertumbuhan ekonomi AS dan kekhawatiran terhadap inflasi.

Menurut beberapa analis, trend melemahnya harga minyak mentah dalam beberapa hari ini memang dipicu oleh permintaan yang terus menurun, terutama AS yang merupakan negara konsumen minyak terbesar. "Harga minyak akhir-akhir ini banyak terpukul oleh rusaknya permintaan," kata Phil Flynn, seorang analis di Alaron Trading, seperti dilansir AFP. Flynn juga menyitir laporan Pemerintah Inggris pada Selasa yang memperlihatkan melemahnya  dunia usaha. “Kondisi itu menunjukkan pelemahan perekonomian dan pertumbuhan di UK dan menambah tekanan inflasi serta pemotongan suku bunga di wilayah Eropa,” katanya lagi. (Sumber: AFP. Foto: istimewa)

 

 




more news

One Geology: Berbagi Data Peta Geologi Dunia
August 8, 2008
Akhirnya para ilmuwan geologi berhasil menguak selubung bumi bersama-sama dengan melansir pembuatan peta (map) digital geologi pertama di dunia: One Geology. Peta ini menjadi bagian dari proyek para pakar geologi bekerja sama dengan International Year of Planet Earth serta Google Earth dan sudah digodok sejak tahun lalu, yang awalnya melibatkan pakar geologi dari 43 negara dan kini sudah membengka
[read archive]

Harga Minyak Masih di Persimpangan Jalan
August 8, 2008
Setelah sempat menukik di bawah US$ 120 per barrel dalam beberapa hari ini, harga minyak dunia kembali berbalik arah (rebound) menuju US$ 120 per barrel pada perdagangan Kamis (7/8/08) waktu setempat atau Jumat (8/8/08) pagi ini. Hari unik (8-8-08) yang jatuh pada hari ini sedikit terusik oleh kekhawatiran harga emas hitam bakal melonjak lagi. Dengan kondisi tersebut, beberapa faktor selain turunn
[read archive]

Mengenang 20 Tahun Tragedi Piper Alpha
August 1, 2008
Pada awal Mei lalu, Dr. Gareth Evans, seorang Environmental Biotechnology dari University of Durham, menulis sebuah artikel di situs offshore-technology.com yang mengingatkan para pekerja migas di wilayah Britania Raya dan dunia akan sebuah kejadian memilukan pada 20 tahun lalu: Piper Alpha. Peristiwa yang juga terkenal dengan Tragedi 6 Juli 1988 itu menewaskan 167 dari total 225 pekerja dan terca
[read archive]
Welcome to CATa, We Provides Services, Fabrication and Constructions. Official Website of PT. Cahaya Anugrah Tama
Footer