Welcome to CATa, We Provides Services, Fabrication and Constructions. Official Website of PT. Cahaya Anugrah Tama
home about us our activity invstor relations job opportunities site map contact us
leftmenu
company profile
business experience
The Project List
gallery
business unit
CATa News
Links
webmail
News Picture header
Melejit ke Level US$ 144 Per Barrel
July 3, 2008

Kembali lemahnya dolar Amerika Serikat (AS) dan turunnya pasokan minyak mentah AS disebut-sebut menjadi pemicu terjerumusnya harga minyak mentah dunia ke rekor baru US$ 144 per barrel. Di bursa London, Inggris, harga minyak jenis Brent North Sea untuk pengiriman bulan Agustus pada penutupan perdagangan Rabu (2/7/08) sempat mencetak rekor US$ 144,65 per barrel sebelum ditutup di posisi US$ 144,26 atau naik US$ 3,59. Sementara, harga minyak di bursa New York juga melejit tinggi. Untuk minyak jenis light sweet pengiriman Agustus, harga sempat menyentuh level US$ 143,91 per barrel sebelum ditutup dibungkam di posisi US$ 143,57 atau naik US$ 2,6. Bahkan harga setelah penutupan pasar (after-hours trade) menuju US$ 144,15 per barrel.

Lonjakan harga yang semakin sulit dikendalikan itu jelas memukul sejumlah bursa dunia. Saham-saham di Wall Street, misalnya, menukik tajam pada pagi ini (3/6/08). ”Selama harga minyak terus bergerak naik setiap hari, sulit mengatakan pasar saham akan bangkit," ucap Jack Ablin, Kepala Investasi Harris Private Bank di Chicago, seperti kami kutip dari Antara, pagi ini. Indeks saham blue-chip Dow Jones Industrial Average jatuh 166,75 poin (1,46%) menjadi 11.215,51. Indeks Standard & Poor’s 500 turun 23,39 poin (1,82%) menjadi 1.261,52. Indeks komposit Nasdaq turun 53,51 poin (2,32%) menjadi 2.251,46. Dolar AS terjerembap terhadap euro menjadi 62,949 dari 63,32 sen euro pada Selasa lalu. Dolar juga menyusut terhadap mata uang yen menjadi 105,83 yen, dibandingkan 106,11 yen pada Selasa lalu.

Di luar gejolak harga, perdebatan malah terus bergulir antara para petinggi OPEC dan negara konsumen, terutama AS. “Uncle Sam” tetap menuduh kebijakan OPEC sebagai pemicu instabilitas harga. Kongres AS bahkan telah menggugat para anggota OPEC yang dianggap telah melakukan konspirasi melalui ketatnya pasokan yang memicu kenaikan harga minyak. Sebaliknya, "Krisis subprime (kredit perumahan) di AS pada akhir 2007 berdampak buruk pada pasar saham. Investor kemudian mencari alternatif lain dengan masuk ke bursa komoditas, sehingga pasar komoditas menjadi lebih atraktif oleh aksi spekulasi," ujar Sekjen OPEC Abdallah el-Badri. 

Perdebatan yang tak kunjung reda itu pun menambah kisruh kondisi pasar minyak dunia, selain ketegangan-ketegangan baru di beberapa belahan dunia seperti di Nigeria, Zimbabwe, atau Israel-Iran. Sementara, pemerintahan negara-negara berkembang lainnya menunggu dengan harap-harap cemas situasi yang semakin rumit saat ini. ”Ini sudah SOS, sudah lampu merah,” ujar Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono pada Rabu lalu, menanggapi rentetan rekor harga minyak yang ada sekarang. (Diolah dari berbagai sumber. Foto: istimewa)




more news

Media Press Release: Silver Lining
July 4, 2008
Crude oil prices continue to break record highs, creating global economics chaos and forcing Indonesia to downgrade growth figures. But spiralling prices have come as a bonanza for the upstream oil industry, reaping big rewards in once-marginal fields. The rise in crude oil prices has been a blessing for the upstream oil industry in Indonesia as well as for the supporting services industry. One of
[read archive]

Kini Sudah Menuju US$ 150 Per Barrel
July 4, 2008
Para pakar ekonomi, pakar energi, atau ahli strategi negara mungkin tidak bisa tidur cepat akhir-akhir ini. Pasalnya, harga minyak mentah dunia terus merambat naik. Jika kemarin rekor harga baru (US$ 144,65 sebelum ditutup US$ 144,26) sudah membuat pening kepala para pialang saham dan sebagian besar pemimpin negara, hari ini harga minyak (OPEC?) seperti tak mempedulikan situasi rumit tersebut. Pad
[read archive]

Geliat Emas Hitam dari Negeri Angola
July 2, 2008
Lama terpuruk dalam kubang peperangan sejak 1975, situasi politik Angola mulai pulih pada awal 2002. Menjelang deklarasi kemerdekaan Angola pada 11 November 1975, berkecamuk perang saudara antara Gerakan Rakyat untuk Pembebasan Angola (MPLA), Persatuan Nasional untuk Kemerdekaan Total Angola (UNITA), dan Front Pembebasan Nasional Angola (FNLA). Kondisi runyam itu diperburuk oleh campur tangan asin
[read archive]
Welcome to CATa, We Provides Services, Fabrication and Constructions. Official Website of PT. Cahaya Anugrah Tama
Footer