Welcome to CATa, We Provides Services, Fabrication and Constructions. Official Website of PT. Cahaya Anugrah Tama
home about us our activity invstor relations job opportunities site map contact us
leftmenu
company profile
business experience
The Project List
gallery
business unit
CATa News
Links
webmail
News Picture header
Geliat Emas Hitam dari Negeri Angola
July 2, 2008

Lama terpuruk dalam kubang peperangan sejak 1975, situasi politik Angola mulai pulih pada awal 2002. Menjelang deklarasi kemerdekaan Angola pada 11 November 1975, berkecamuk perang saudara antara Gerakan Rakyat untuk Pembebasan Angola (MPLA), Persatuan Nasional untuk Kemerdekaan Total Angola (UNITA), dan Front Pembebasan Nasional Angola (FNLA). Kondisi runyam itu diperburuk oleh campur tangan asing seperti Portugal, Afrika Selatan, Uni Soviet, Belanda, Amerika Serikat, bahkan Kuba.

Kini, setelah keadaan mulai terkendali, Angola bersiap menjelma menjadi Singa Afrika baru dalam hal ekspor migas. Meski terus dirundung perang, ternyata Angola menyimpan ledakan ekonomi yang luar biasa. Angola tercatat sebagai negara produsen minyak mentah terbesar kedua di Afrika setelah Nigeria, yang sama-sama dirundung perang saudara. Dengan tingkat produksi diperkirakan mencapai 1 juta barrel per hari, industri minyak mentah di kawasan Afrika Barat Daya ini dikelola oleh perusahaan minyak nasional Sonagol bekerja sama dengan sejumlah perusahaan asing dalam bentuk joint venture atau bagi hasil. Tercatat lebih dari 15 perusahaan asing yang terlibat dalam usaha eksplorasi minyak mentah di sana, seperti CevronTexaco, Petrogal, ConocoPhiliphs, Petrobas, ExxonMobil, Canada Natural Resources, BHP, BP, Total, Devon Energy, atau Roc Oil. Kabarnya total investasi asing di bidang eksplorasi dan produksi migas Angola antara 1993-1997 mencapai lebih dari US$ 4 miliar. Di dunia, berdasarkan data bulan Juni 2008, Angola tercatat sebagai negara ke-8 pengekspor minyak mentah terbesar di dunia.

Tanah Angola juga dikenal kaya kandungan emas, bijih besi, fosfat, mangaan, tembaga, zink, wolfram, vanadium, titanium, kromium, beril, kaolin, kuarsa, marmer, batu granit hitam, atau gypsum. Gejolak perang ternyata juga tak begitu berpengaruh terhadap tingkat ekonomi secara keseluruhan, dengan pertumbuhan GDP mencapai 15 persen, salah satu yang terbesar di dunia.   

Melihat potensi migasnya, tak mengherankan bila Angola bakal segera bergabung menjadi anggota OPEC. Bahkan negara berpenduduk sekitar 14 juta jiwa ini sudah mengajukan permohonan keanggotaan sejak Desember 2006. Sekitar 13 blok migas yang merupakan megaproyek sudah dipersiapkan. Sejumlah analisis juga sudah dilakukan di negara beribu kota Luanda ini. Sebut saja dari Colin Campbell yang memprediksi cadangan migas setempat. Campbell menyebut antara lain booming migas Angola bakal terjadi antara tahun 2000 hingga 2030 dengan puncaknya pada 2020. Selamat datang di kemilau emas hitam, Angola. Berkacalah pada apa yang telah terjadi di Indonesia, agar tidak kembali terpuruk dalam kubang yang sama. (Diolah dari berbagai sumber. Foto: istimewa)

 




more news

Kini Sudah Menuju US$ 150 Per Barrel
July 4, 2008
Para pakar ekonomi, pakar energi, atau ahli strategi negara mungkin tidak bisa tidur cepat akhir-akhir ini. Pasalnya, harga minyak mentah dunia terus merambat naik. Jika kemarin rekor harga baru (US$ 144,65 sebelum ditutup US$ 144,26) sudah membuat pening kepala para pialang saham dan sebagian besar pemimpin negara, hari ini harga minyak (OPEC?) seperti tak mempedulikan situasi rumit tersebut. Pad
[read archive]

Melejit ke Level US$ 144 Per Barrel
July 3, 2008
Kembali lemahnya dolar Amerika Serikat (AS) dan turunnya pasokan minyak mentah AS disebut-sebut menjadi pemicu terjerumusnya harga minyak mentah dunia ke rekor baru US$ 144 per barrel. Di bursa London, Inggris, harga minyak jenis Brent North Sea untuk pengiriman bulan Agustus pada penutupan perdagangan Rabu (2/7/08) sempat mencetak rekor US$ 144,65 per barrel sebelum ditutup di posisi US$ 144,26 a
[read archive]

Harga Minyak Terus Meradang, Sejumlah Ancaman Menghadang
July 1, 2008
Di sela-sela pertemuan World Petroleum Congress di Madrid, Spanyol, rekor baru malah terus dicetak oleh harga minyak mentah dunia. Pada perdagangan Senin kemarin (30/6/08), harga minyak menggapai rekor baru US$ 143,67 per barrel di New York. Lonjakan harga juga terjadi di bursa London untuk pesanan bulan mendatang hingga US$ 143,91. Sejumlah ketegangan baru disinyalir menambah runyam harga emas hi
[read archive]
Welcome to CATa, We Provides Services, Fabrication and Constructions. Official Website of PT. Cahaya Anugrah Tama
Footer