Welcome to CATa, We Provides Services, Fabrication and Constructions. Official Website of PT. Cahaya Anugrah Tama
home about us our activity invstor relations job opportunities site map contact us
leftmenu
company profile
business experience
The Project List
gallery
business unit
CATa News
Links
webmail
News Picture header
Harga Minyak Terus Meradang, Sejumlah Ancaman Menghadang
July 1, 2008

Di sela-sela pertemuan World Petroleum Congress di Madrid, Spanyol, rekor baru malah terus dicetak oleh harga minyak mentah dunia. Pada perdagangan Senin kemarin (30/6/08), harga minyak menggapai rekor baru US$ 143,67 per barrel di New York. Lonjakan harga juga terjadi di bursa London untuk pesanan bulan mendatang hingga US$ 143,91. Sejumlah ketegangan baru disinyalir menambah runyam harga emas hitam. Sebut saja 2 serangan teranyar kelompok militan Nigeria di Bonny Island pada Sabtu lalu dan ketegangan baru antara AS-Iran-Israel soal program nuklir Iran. 
Saling klaim dan tuduhan penyebab lonjakan harga juga terus mewarnai antara OPEC dan para konsumen minyak dunia. Sejumlah alasan penyebab di balik meningginya harga minyak dunia seperti debat kusir saja. Padahal, akibatnya sudah jelas, trend tingginya harga minyak akan mengancam stabilitas ekonomi dan keamanan dunia selain beberapa pihak yang diuntungkan dengan kondisi seperti ini.

Tak mengherankan bila situasi sekarang ditanggapi secara beragam oleh para pemimpin dunia. Protes, demo, dari yang “sopan” hingga tindakan anarkis mewarnai hari-hari diumumkannya kenaikan BBM di banyak negara. Dari belahan benua Asia hingga Eropa. Hal itu tentu berimbas pada ancaman stabilitas pemerintahan yang ada. Kenaikan BBM, apa pun alasannya, tentu bukan kebijakan yang populer karena rakyat kebanyakan akan jadi korban. Bahaya kelaparan, pengangguran, dan tingginya kriminalitas bakal mengancam di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Situasi yang sungguh sulit dan rumit bagi pemerintahan yang sedang memimpin. Sampai-sampai, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun berkomentar menanggapi harga minyak yang telah menembus level di atas US$ 143 per barrel.

“Meski ada 10 SBY pun tidak bakal mampu menahan harga minyak di atas US$ 143 per barrel,” ujar SBY Senin kemarin. Iyalah, jangankan 10 SBY, 100 Bush, 100 Chavez, 100 Chakib Khelil (Pemimpin OPEC), atau 100 pemimpin dunia lainnya pun belum tentu sanggup menolak harga minyak dunia yang bergeliat liar di pasar bursa itu. (Diolah dari berbagai sumber. Foto: istimewa)




more news

Melejit ke Level US$ 144 Per Barrel
July 3, 2008
Kembali lemahnya dolar Amerika Serikat (AS) dan turunnya pasokan minyak mentah AS disebut-sebut menjadi pemicu terjerumusnya harga minyak mentah dunia ke rekor baru US$ 144 per barrel. Di bursa London, Inggris, harga minyak jenis Brent North Sea untuk pengiriman bulan Agustus pada penutupan perdagangan Rabu (2/7/08) sempat mencetak rekor US$ 144,65 per barrel sebelum ditutup di posisi US$ 144,26 a
[read archive]

Geliat Emas Hitam dari Negeri Angola
July 2, 2008
Lama terpuruk dalam kubang peperangan sejak 1975, situasi politik Angola mulai pulih pada awal 2002. Menjelang deklarasi kemerdekaan Angola pada 11 November 1975, berkecamuk perang saudara antara Gerakan Rakyat untuk Pembebasan Angola (MPLA), Persatuan Nasional untuk Kemerdekaan Total Angola (UNITA), dan Front Pembebasan Nasional Angola (FNLA). Kondisi runyam itu diperburuk oleh campur tangan asin
[read archive]

Trend Harga Minyak Terus Meninggi
June 30, 2008
Setelah Kamis (26/6/08) lalu sempat merangsek ke rekor baru US$ 140,39 per barrel, tak lama setelah Presiden organisasi negara-negara pengekspor minyak dunia (OPEC) Chakib Khelil mengeluarkan sebuah pernyataan kepada stasiun televisi Prancis France 24, pada Senin (30/6/08) ini harga emas hitam diperdagangkan di atas level US$ 141 per barrel. Pagi tadi, untuk pengiriman minyak jenis light sweet bul
[read archive]
Welcome to CATa, We Provides Services, Fabrication and Constructions. Official Website of PT. Cahaya Anugrah Tama
Footer