Welcome to CATa, We Provides Services, Fabrication and Constructions. Official Website of PT. Cahaya Anugrah Tama
home about us our activity invstor relations job opportunities site map contact us
leftmenu
company profile
business experience
The Project List
gallery
business unit
CATa News
Links
webmail
News Picture header
Aksi Bakar-bakaran Juga Menerpa Nepal
June 24, 2008

Kenaikan BBM di sejumlah negara tak urung banyak menuai protes dan mengundang aksi demo dari rakyat setempat. Di Indonesia, demo sejenis malah kerap memakan korban nyawa. Sebut saja Maftuh Fauzi, mahasiswa Universitas Nasional (Unas) yang ikut demo anti kenaikan BBM pada 24 Mei, yang akhirnya tewas pada 20 Juni, menjadi salah satu tumbal dari kebijakan yang tidak populis itu. Belum aksi-aksi lain di sejumlah wilayah seperti mogok makan dan jahit mulut.


Tak hanya terjadi di Indonesia, bakar-bakaran dan perang batu juga terjadi di Nepal, negara kecil di Himalaya, Asia Selatan, sejak Kamis (19/6/08). Protes merebak setelah pemerintah meluluskan kebijakan mengizinkan kenaikan biaya transportasi umum sebesar 25 persen. Harga bensin pun membengkak menjadi 100 rupees per liter (US$ 5,7 per galon). Sementara diesel naik menjadi 70 rupees per liter (US$ 3,8 per galon). Sebenarnya angka itu lebih rendah dari keinginan para pengusaha transportasi yang berharap kenaikan sebesar 35 persen untuk menutupi pengeluaran yang membengkak akibat melonjaknya harga BBM. Seperti dilansir AP, demo bahkan sudah merangsek ke pelosok-pelosok Kathmandu. Sejumlah kendaraan pemerintah tak luput menjadi sasaran kemarahan massa yang sudah bergabung dengan beberapa partai oposisi. Aksi ini merupakan kejadian yang kesekian kalinya sejak Oktober tahun lalu, menyusul rencana pemerintah menaikkan harga BBM.


Menurut Nepal Oil Corporation (NOC), perusahaan minyak negara, kenaikan harga BBM tidak bisa dihindari. Seperti terjadi di sejumlah negara, kebijakan kenaikan harga ini harus dilakukan untuk mengurangi kerugian dan memacu persediaan minyak. “Kenaikan harga ini juga untuk mengimbangi kenaikan serupa di India yang telah dilakukan sejak bulan Mei lalu,” demikian salah satu pernyataan Nepal Oil. Meski menaikkan ongkos transportasi umum, para pelajar dan mahasiswa masih mendapatkan dispensasi sebesar 45 persen untuk meredam aksi demo. Namun, upaya itu hingga sekarang tetap belum menjamin kerusuhan bakal mereda.  
Nepal yang hingga 2006 menjadi satu-satunya kerajaan Hindu tertua di dunia (240 tahun) membeli sekitar 800 ribu ton minyak setiap tahunnya, sekitar 10 persen dari kebutuhan energi dalam negeri. Namun, negara yang baru saja mengusir Raja Gynanendra dari istananya ini dihadapkan pada kekurangan bahan bakar karena tidak mampu membayar impor minyak. (Diolah dari berbagai sumber. Foto repro AFP)

 




more news

Giliran Air Bersih Ikut-ikutan Kritis
June 26, 2008
Pada 23 hingga 27 Juni ini sedang berlangsung konferensi internasional Singapore International Water Week (Pekan Air Internasional Singapura) yang dilangsungkan di Suntec Singapore International Convention and Exhibition Centre. Pertemuan ini tentu saja membahas mengenai solusi persoalan air yang menyangkut kebijakan, pengembangan teknologi konversi, sekaligus pameran atau ekshibisi. Diperkirakan
[read archive]

Minyak Nigeria Kembali Kacau
June 25, 2008
Ketika akhir pekan lalu negara-negara Teluk berkumpul dalam forum Saudi Oil untuk membahas soal harga minyak dunia, Nigeria justru sedang dilanda kegalauan luar biasa. Saat itulah Nigeria, negara penghasil minyak terbesar di Afrika dan keenam di dunia, mencatat rekor produksi minyak terburuk sepanjang 25 tahun terakhir. Serangan kelompok militan Movement for the Emancipation of the Niger Delta (ME
[read archive]

Bonanza Minyak Para Eksportir Minyak
June 23, 2008
Kalau saja posisi Indonesia saat ini berada di tengah-tengah era 70-80-an, ketika booming minyak membuat gendut perut rupiah, mungkin kesejahteraan yang hingga kini masih menjadi barang impian bagi seratusan juta rakyat bisa sedikit terealisasi. Kalau saja gelembung-gelembung rupiah itu dulu dikelola dengan baik dan bertanggung jawab. Kalau saja.Ah, tak usah berkalau saja kalau saja. Ini realita k
[read archive]
Welcome to CATa, We Provides Services, Fabrication and Constructions. Official Website of PT. Cahaya Anugrah Tama
Footer